3 Penyakit yang Dapat Menyebabkan Letih Lesu

Pekerjaan yang menumpuk, dikejar deadline, dan kurang tidur memang dapat menyebabkan perasaan mudah lelah, letih, dan lesu. Namun umumnya hal tersebut tidak berlangsung lama.

Jika Anda merasa telah beberapa lama ini mengalami gejala letih lesu, mungkin sudah saatnya Anda berkonsultasi kepada dokter atau melakukan tes kesehatan.

Perasaan letih lesu berkepanjangan dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya gaya hidup yang kurang baik, seperti terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan kafein, olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan – atau malah gaya hidup sedenter, kurang tidur, dan pola makan yang tidak sehat.

Selain itu, beberapa obat seperti obat untuk batuk pilek juga dapat menyebabkan perasaan kantuk dan letih lesu. Beberapa keadaan psikologis juga dapat mengakibatkan seseorang menjadi letih lesu dan tak bertenaga, seperti perasaan gelisah, depresi, berduka, dan stres.

Di samping hal-hal tersebut, ada beberapa penyakit – kebanyakan di antaranya memerlukan perhatian khusus – yang dapat menyebabkan letih lesu berkepanjangan.

Anemia

Penyakit yang menyerang kebanyakan wanita dan dapat memberikan gejala letih lesu berkepanjangan adalah anemia. Anemia adalah keadaan di mana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Oksigen diperlukan tubuh untuk pembentukan energi.

Mereka yang memiliki faktor risiko terkena anemia adalah mereka yang kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat; memiliki kelainan usus; menstruasi banyak dan lama; wanita hamil; serta memiliki penyakit kronis.

Ada beberapa macam penyebab anemia, dan masing-masing memerlukan terapi yang berbeda. Anemia dapat didiagnosis dan diketahui jenisnya melalui pemeriksaan darah.

Diabetes

Diabetes adalah suatu penyakit metabolik di mana terjadi masalah dalam metabolisme glukosa dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena insulin yang tidak ada, kurang, atau fungsinya tidak maksimal.

Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe satu dan tipe dua. Diabetes tipe satu umumnya disebabkan karena faktor genetik, timbul pada anak atau remaja. Sementara diabetes tipe dua selain dipengaruhi oleh faktor genetik, disebabkan terutama oleh gaya hidup – terutama pola makan – yang tidak sehat.

Selain letih lesu dan mudah lelah berkepanjangan, gejala diabetes lainnya adalah mudah lapar, sering haus, berat badan turun, dan luka yang sulit sembuh.

Penyakit tiroid

Gangguan hormon tiroid – baik kurangnya (hipotiroid) maupun kelebihan (hipertiroid) produksi hormon tiroid dapat menyebabkan letih lesu berkepanjangan.

Selain letih lesu, hipertiroid dapat memberikan gejala jantung berdebar-debar, nafsu makan meningkat, tremor, mudah dan banyak berkeringat, menstruasi tidak teratur, sulit tidur, serta rambut menjadi tipis dan mudah patah.

Sementara itu, gejala hipotiroid lainnya adalah sensitif terhadap udara dingin, konstipasi, kulit kering, berat badan bertambah, wajah bengkak, kelemahan otot, depresi, dan memori terganggu.

Selain penyakit tersebut di atas, ada beberapa penyakit yang cukup serius yang perlu ditangani segera oleh dokter yang dapat menyebabkan gejala letih lesu berkepanjangan, yaitu kerusakan hati, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker.

Oleh karena itu, janganlah menyepelekan letih lesu berkepanjangan. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter.

1 Response

  1. Sri Rahayu June 25, 2016 / 9:32 pm

    Sekedar berbagi info sehat di bulan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *