Alasan Orang Diet Harus Kurangi Garam

Alasan Orang Diet Harus Kurangi Garam

Tidak lengkap rasanya jika masakan tak dibubuhi garam. Dengan bumbu yang satu ini, makanan menjadi lebih nikmat saat disantap. Bahkan garam dapat membuat makanan lebih matang sempurna.

Garam terdiri dari sodium, suatu komponen mineral alami. Sodium merupakan salah satu mineral esensial yang penting untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Seperti untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, menyalurkan impuls saraf, kontraksi dan relaksasi otot.

Tubuh sebenarnya hanya membutuhkan sodium dalam jumlah yang sedikit, yaitu <2000 mg per hari (setara dengan 1 sdt garam). Namun tanpa disadari, rata-rata orang mengonsumsinya secara berlebihan. Apalagi kebanyakan makanan baik yang alami maupun diproses mengandung sodium.

Ada beberapa teori mengapa Anda perlu mengurangi garam saat berdiet. Pertama, makanan yang mengandung garam tinggi cenderung membuat Anda mudah haus. Jika Anda haus lalu minum air putih, tentu baik. Tapi sayangnya, kebanyakan orang menghilangkan rasa haus tersebut dengan minuman yang berkalori seperti sari buah, teh manis, atau minuman bersoda.  Kedua, garam membuat makanan menjadi lebih gurih (dan tentu saja lebih enak) sehingga dapat membuat Anda makan berlebih.

Sodium yang terkandung di dalam garam berkemampuan untuk menarik dan “menahan” air di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat perut sering terasa begah setelah menyantap makanan yang banyak mengandung garam.

Kelebihan cairan ini juga bisa menyebabkan penumpukan cairan pada jantung, sehingga jantung kesulitan memompa cairan ke seluruh tubuh. Beban tambahan pada jantung tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Anda pun akan berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan gangguan lainnya.