Hidup Sehat dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS)

Sebelumnya, masyarakat mengenal pola makan sehat dengan konsep 4 sehat 5 sempurna. Tapi, sejak tahun 1990, konsep tersebut sudah tidak berlaku lagi sebagai acuan gizi Indonesia. Kini, konsep makan sehat telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit terkait gizi, maka pola makan sehat perlu ditingkatkan dengan merujuk pada PGS.

PGS merupakan susunan makanan yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh dengan memperhatikan prinsip variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan normal. Gizi yang optimal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik tubuh, berat badan sehat, produktivitas, serta daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit kronis dan kematian dini. Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk, seperti kurang gizi, faktor risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker.

Untuk itu, kamu perlu mengenal dan menjalankan 4 prinsip PGS berikut ini.

  1. Variasi makanan
    Konsumsilah beragam macam makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan dengan proporsi seimbang dan jumlah yang cukup. Orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya serat, menghindari lemak, serta membatasi asupan garam maksimal 5 gram per hari dan asupan gula 30 gram per hari.

  2. Membiasakan perilaku hidup bersih
    Penyakit infeksi akibat perilaku hidup tidak bersih adalah faktor penting yang berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Pola makan bergizi tidak akan berhasil jika tidak diimbangi dengan perilaku hidup bersih, seperti mencuci makan sebelum makan, menyajikan makanan yang higienis, memasak makanan dengan suhu yang tepat, mencuci buah dan sayur, serta menghindari makanan yang tercemar logam berat.

  3. Melakukan aktivitas fisik
    Aktivitas fisik merupakan upaya untuk menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan zat gizi, terutama sumber energi dalam tubuh. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kelebihan gizi yang berakibat pada masalah kelebihan berat badan dan penyakit degeneratif. Oleh sebab itu, lakukan olahraga rutin minimal 150 menit per minggu atau bergeraklah minimal 5 menit per 30 menit.

  4. Menjaga berat badan normal
    Salah satu indikator yang menunjukkan keseimbangan zat gizi pada tubuh adalah tercapainya berat badan normal, yaitu berat badan yang sesuai dengan tinggi badan. Indikator ini dikenal dengan sebutan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT digunakan untuk memantau perkembangan berat badan sehingga jika terjadi penyimpangan berat badan normal, maka hal itu dapat segera diatasi. Oleh sebab itu, Lakukan pemantauan berat badan secara periodik untuk menjaga berat badan normal.