Jenis-jenis Stres

Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk menerapkan gaya hidup sehat adalah dengan mengelola stres. Namun, hal tersebut bisa menjadi sulit karena jenis stres yang berbeda-beda pada setiap orang. Untuk itu, kenali jenis-jenis stres menurut American Pyschological Association berikut ini.

  1. Stres akut
    Jenis stres paling umum yang biasanya disebabkan oleh tuntutan atau tekanan masa lalu maupun masa depan. Gejala paling umum pada stres akut adalah adanya gangguan emosional seperti kemarahan, kegelisahan, depresi, masalah otot pada bagian tubuh tertentu, gangguan pencernaan, sakit kepala, sesak napas, dan nyeri dada. Cara paling mudah untuk menangani stres akut adalah dengan menenangkan diri, mengonsumsi makanan sehat yang dapat mengurangi stres, melakukan kegiatan positif, dan bercerita pada orang-orang terdekat yang dipercaya..
  2. Stres akut episodik
    Jenis stres yang muncul ketika seseorang sering mengalami stres akut. Orang dengan stres jenis ini cenderung mudah marah, tersinggung, dan cemas. Jika dibiarkan, jenis stres ini juga dapat membuat seseorang lebih pesimis dan mengalami kehidupan sosial yang memburuk. Satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stres akut episodik adalah dengan mengantisipasinya pada saat gejala stres akut muncul pertama kali. Namun, jika sudah terlanjur mengalaminya, berkonsultasi pada dokter dengan tetap menjalankan pola hidup sehat menjadi solusi terbaik.
  3. Stres kronis
    Jenis stres yang bertahan dalam waktu yang lama akibat kondisi yang tidak bisa dikontrol, seperti kemiskinan, terperangkap dalam pekerjaan yang tidak diinginkan, pernikahan yang tidak bahagia, dan trauma masa kecil yang sulit dihilangkan. Stres ini dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental. Beberapa jenis gangguan kesehatan yang biasa terjadi akibat stres kronis adalah serangan jantung, stroke, kanker, paru-paru, dan liver. Untuk mengatasinya, dibutuhkan perawatan medis dan teknik manajemen stres.

Stres memengaruhi kondisi mental dan fisik setiap orang secara berbeda-beda. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen stres untuk mengidentifikasi penyebab stres, gejala yang dialami, dan solusi yang dapat dilakukan. The Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan pola makan sehat, olahraga, tidur nyenyak, dan terhubung secara sosial dengan orang-orang di sekitar kita.