Lebaran, Hari Anti Diet

Salah satu hari yang dinanti sekaligus ditakuti adalah Hari Lebaran. Dinanti oleh umat Muslim yang merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh. Dan ditakuti oleh orang-orang yang (berusaha) untuk menjaga badan plus timbangan.

Tapi diet pada saat Lebaran? Aduh, kok rasanya sayang, ya? Lebaran terlalu identik dengan makan enak bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

ah, untuk menyiasati agar nggak perlu diet saat Lebaran plus tetap bisa menikmati makanan lezat yang tersedia, ada beberapa trik yang bisa kamu ikuti.

–  Jangan jadikan Lebaran sebagai hari balas dendam (makan) setelah sebulan berpuasa. Makan lebih sering justru dianjurkan, hanya dalam porsi yang kecil saja.

– Minum air putih dan makan buah sebelum jam makan siang atau mendatangi rumah saudara. Jadi kamu nggak kalap menghajar segala hidangan yang tersedia.

– Kurangi konsumsi karbohidrat.

– Hindari kuah dan makanan yang digoreng. Pengen sayur ketupat atau rendang? Makanlah sayurnya atau dagingnya saja. Usahakan pilih ayam opor, lagi-lagi tanpa kuah.

– Bagi kamu yang mengidap penyakit seperti diabetes, asam urat,  tekanan darah tinggi, harus lebih berhati-hati. Jika nggak tahan godaan makan kue,  rendang, gulai kambing atau kacang-kacangan, usahakan dalam porsi yang kecil saja.

– Jika kamu merasa jumlah kalori yang kamu santap sudah berlebihan, imbangi dengan olahraga. Jalan kaki atau lari di pagi/sore hari selamat 30-1 jam bisa membakar 400 sampai 500 kalori.

Selamat (menikmati) Lebaran!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *