Manfaat Sarapan yang Sering Disepelekan

Sarapan merupakan aktivitas yang sering disepelekan, namun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan produktivitas sehari-hari. Sarapan sehat sangat berguna untuk memberikan nutrisi penting bagi tubuh agar dapat menjalankan seluruh aktivitas dengan baik seharian. Selain itu, sarapan juga sangat penting bagi kesehatan jantung, otak, dan pengelolaan berat badan.

Sarapan sehatkan jantung

Sarapan sehat dapat membantu menghindari masalah jantung. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology menemukan bahwa orang-orang yang melewatkan sarapan sepenuhnya atau sarapan dengan menu yang kurang sehat berisiko mengalami pengerasan arteri sehingga menyebabkan penyakit jantung. Studi tersebut melibatkan 4.000 pekerja kantor paruh baya di Spanyol dengan mengikuti kebiasaan sarapan mereka selama enam tahun.

Sekitar 28% dari mereka mendapatkan sarapan dengan nutrisi atau asupan kalori yang direkomendasikan, 69% melaporkan bahwa mereka secara teratur mengonsumsi sarapan dengan nutrisi rendah, dan 3% lainnya mengaku melewatkan sarapan.

Dalam penelitian tersebut, dijelaskan bahwa orang yang melewatkan sarapan sepenuhnya atau memiliki kebiasaan sarapan tidak sehat menunjukkan dua kali lipat jumlah penumpukan lemak di arteri dibandingkan dengan orang yang sarapan sehat. Peningkatan risiko arteri yang mengeras pada orang yang melewatkan sarapan juga sering disertai dengan faktor risiko lainnya, seperti kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan aktivitas fisik yang kurang.

Sarapan tingkatkan fungsi otak

Otak manusia merupakan organ yang mewakili 2% berat badan orang dewasa, namun paling aktif secara metabolik. Fungsi otak dapat berjalan dengan baik sesuai nutrisi yang dikonsumsi. Sebuah penelitian yang dilakukan Kelloggs Nutrition di Kanada menemukan bahwa manfaat sarapan bagi kesehatan otak adalah untuk perkembangan fungsi otak yang baik dari usia remaja, peningkatkan kemampuan belajar dan memori yang bagus, serta memberi energi pada otak secara lebih baik.

Sementara itu, ilmuwan di University of Missouri di AS menemukan bahwa sarapan sehat berpengaruh secara signifikan terhadap otak karena memengaruhi pelepasan zat kimia tertentu yang dapat menyebabkan perasaan positif. Penelitian ini dilakukan pada perempuan berusia rata-rata 19 tahun dengan melihat kebiasaan sarapan mereka.

Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa sarapan kaya protein dapat meningkatkan kadar zat kimia pada otak yang terkait dengan perasaan senang (dopamin) sehingga hal tersebut berpotensi untuk membuat seseorang cenderung tidak menginginkan makanan atau makan terlalu banyak di waktu makan lainnya.

Sarapan bantu kelola berat badan

Laporan dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa sejumlah besar remaja secara teratur melewatkan sarapan sepenuhnya, yang berpengaruh terhadap peningkatkan obesitas yang melonjak sekitar empat kali lipat selama 30 tahun terakhir.

Saat seseorang sarapan, zat kimia dilepaskan dan menghasilkan perasaan puas sehingga bermanfaat untuk mengatur asupan pada jam-jam makan berikutnya. Namun, orang yang melewatkan sarapan memiliki tingkat dopamin yang rendah sehingga cenderung makan secara berlebihan pada jam-jam berikutnya.

Seorang asisten nutrisi dan fisiologi di Universitas Heather Leidy juga mengatakan bahwa sarapan sehat dapat menurunkan keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan manis dan makanan gurih atau berlemak tinggi. Sebaliknya, orang yang melewatkan sarapan cenderung menginginkan kedua jenis makanan tersebut sepanjang hari sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

Nah, sudah tahu kan apa saja manfaat sarapan bagi kesehatan tubuh dan produktivitas harianmu? Yuk, sarapan sehat bersama Nutrilite!