Mengapa Bisa Terjadi Kesemutan?

Sensasi kesemutan menandakan adanya iritasi pada saraf. Jika diibaratkan lalu lintas yang lancar, impuls listrik yang normal berjalan sepanjang persarafan dari tulang belakang dan anggota gerak. Kemudian diteruskan ke sumsum tulang belakang untuk diterjemahkan di otak. Apabila terdapat tekanan yang konstan pada salah satu bagian saraf, maka akan terjadi kemacetan lalu lintas impuls saraf, yang menghambat kerja sistem saraf normal untuk meneruskan impuls listrik dan menerjemahkannya menjadi sensasi sensoris.

Ketika terdapat area persarafan yang tertekan, maka arteri di sekitarnya juga terganggu. Arteri tersebut mengalirkan suplai darah yang mengandung oksigen dan glukosa untuk saraf. Apabila terjadi blokade, maka kemampuan saraf untuk mengirimkan sinyal ikut terganggu sehingga anggota gerak yang mengalami tekanan akan terasa lemah dan sulit digerakkan.

Ketika tekanan pada area tersebut disingkirkan, sel saraf akan kembali aktif dan mulai menerima impuls kembali. Sistem saraf cenderung menjadi hiperaktif karena fungsinya mulai kembali normal. Hal inilah yang mendasari sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk jarum pada saraf anggota gerak yang tertekan. Ini merupakan fase sementara yang menandakan sistem saraf kembali aktif berfungsi.

Namun pada kasus tertentu, kesemutan dapat dirasakan terus-menerus dan berulang kali. Jika hal ini yang terjadi, maka perlu diketahui lokasi pasti kesemutan yang dirasakan, adakah perubahan pada kulit di sekitar area kesemutan, apakah terdapat rasa baal atau mati rasa, dan apakah didapati rasa nyeri yang bertambah.

Saraf dapat mengalami cedera, misalnya setelah seseorang mengalami kecelakaan atau karena penyakit metabolik kronis. Kemudian saraf dapat terjebak dalam kondisi kesemutan, yang diikuti rasa nyeri yang konstan. Contoh gangguan medis dengan gejala serupa adalah sindrom terowongan karpal atau neuropati diabetikum.

Rasa kesemutan yang disertai dengan gejala tambahan seperti nyeri, kelemahan anggota tubuh, atau mati rasa juga dapat menjadi sinyal adanya masalah medis yang gawat. Jika hal tersebut terjadi, diperlukan pemeriksaan fisik dan wawancara mendetail oleh dokter spesialis saraf untuk penegakkan diagnosis dan penanganan yang optimal.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Sehat nutrilite.co.id di laman website nutrilite.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *