Mengapa Hidrasi Penting?

Tubuh manusia terdiri atas 70% air yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, melindungi tulang dan persendian, serta membantu sirkulasi darah ke otak dan organ vital lainnya. Jika kekurangan cairan, maka tubuh akan mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, bibir pecah-pecah, tidak bertenaga, mata kering, mual, mulut kering, tekanan darah menurun, pusing, lidah bengkak, dan urine yang berwarna pekat atau gelap. Untuk itu, dibutuhkan hidrasi yang cukup agar kondisi cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan stabil dan mampu menjamin fungsi metabolisme sel tubuh.

Nutrisi tepat untuk hidrasi dapat diperoleh dari pemenuhan kebutuhan air minum harian dan kebutuhan elektrolit yang berasal dari makanan. Perlu diketahui bahwa kebutuhan air minum setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia dan kondisi tubuh. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pedoman Gizi Seimbang, anak-anak membutuhkan 5-6 gelas (1,2-1,5 liter) air per hari, remaja dan dewasa aktif ringan membutuhkan 8 gelas (2 liter) air per hari,  orang dewasa usia produktif membutuhkan 8-12 gelas (2-3 liter) air per hari, ibu hamil dan menyusui membutuhkan 12-13 gelas (3 liter) air per hari, sedangkan usia lanjut membutuhkan 6 gelas (1,5-1,6 liter) air per hari.

Selain mencegah dehidrasi, hidrasi juga sangat penting untuk menjaga temperatur tubuh, membantu proses pencernaan makanan, melancarkan sirkulasi darah, dan mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh. Untuk itu, penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan mengonsumsi air yang cukup dan tambahkan suplemen yang dapat membantu tubuh agar terhidrasi dengan baik.