Puasa dan Kesehatan Tubuh

Puasa dan Kesehatan Tubuh

Bulan ini umat Islam pada umumnya akan memulai masa puasa Ramadhan. Selain keharusan bagi yang beragama Islam. Ternyata banyak manfaat berpuasa bagi tubuh kita. Jadi, puasa nggak cuma untuk dapat pahala, lho!

Saat tubuh membutuhkan makanan, maka mulai membakar lemak agar bisa menghasilkan energi. Dan ini bisa berujung pada hilangnya berat badan. Tapi, berpuasa terlalu lama juga bisa membuat tubuh menghancurkan protein untuk menghasilkan energi, yang hasilnya nggak sehat untuk tubuh.

Menurut Dr Razeen Mahroof, profesor dari Universitas Oxford, ada hubungan kuat antara diet dan kesehatan. “Ramadhan nggak selalu diidentifikasikan sebagai kesempatan untuk menghilangkan sejumlah berat badan karena aspek spiritual lebih ditekankan dibanding sisi kesehatan. Padahal, merupakan kesempatan yang baik untuk mendapatkan keuntungan secara fisik.”

Perubahan yang terjadi pada tubuh saat puasa tergantung pada lamanya berpuasa. Tubuh memasuki masa puasa kurang lebih delapan jam setelah terakhir makan, saat perut berhenti menyerap nutrisi dari makanan.

Dalam keadaan normal, gula dalam tubuh atau glukosa, yang tersimpan dalam hati dan otot, adalah sumber utama energi tubuh. Saat puasa, simpanan gula ini yang digunakan pertama kali untuk mendapatkan energi. Selanjutnya, setelah kadar gula habis, lemak menjadi sumber energi.

Dengan jangka waktu puasa yang lama, tubuh mulai menggunakan protein untuk energi. Fase ini disebut juga sebagai fase kelaparan. Yang pastinya nggak sehat dan memaksa protein dilepaskan dengan memecah otot. Makanya orang yang kelaparan terlihat sangat kurus dan lemah. Tapi, fase kelaparan nggak akan kita alami, karena puasa Ramadhan hanya berlangsung dalam rentang jam, bukan hari atau minggu bahkan bulan!

Ramadhan berlangsung dari fajar sampai matahari terbenam, energi yang dibutuhkan tubuh bisa digantikan di saat sebelum fajar dan saat berbuka. Hal ini juga menjadi saat transisi dari menggunakan glukosa sebagai sumber energi, menjadi lemak, dan mencegah pemecahan otot untuk protein.

Dr Mahroof berkata penggunaan lemak untuk energi bisa membantu menghilangkan berat badan. Dan menjaga masa otot serta pada akhirnya mengurangi kadar kolesterol. Tambahan lagi, hilangnya berat badan juga membantu mengontrol diabetes dan mengurangi tekanan darah. “Proses detox atau pembersihan juga terjadi, karena racun yang tersimpan dalam lemak tubuh menghilang dari tubuh,” kata Dr Mahroof.

Setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorfin dalam darah pun bertambah tinggi, membuatmu lebih segar dan secara keseluruhan merasa lebih tenang. Asupan makanan dan minuman yang terjaga juga penting di antara waktu puasa. Ginjal jadi lebih efisien untuk menjaga kadar air dan garam tubuh, seperti sodium dan potasium. Tapi, bisa dihilangkan melalui keringat.

Untuk menjaga agar otot tidak terpecah, makanan harus mengandung cukup energi, seperti karbohidrat dan lemak. Yang penting terutama, saat puasa atau nggak puasa, kamu harus menjaga proporsi antara asupan karbohidrat, lemak dan protein

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *