Risiko Penyakit yang Mengintai Penduduk Perkotaan

Nutrilite.co.id –  Urbanisasi, perpindahan penduduk dari daerah pedesaan menuju daerah perkotaan, menjadi salah satu hal yang kerap dijumpai saat ini. Bukan semata-mata masalah kepadatan penduduk perkotaan saja, hal ini membawa dampak kesehatan yang sangat signifikan. WHO memperkirakan bahwa hingga tahun 2050, lebih dari 70% populasi dunia akan hidup di perkotaan dan memiliki beragam risiko penyakit.

Tantangan besar terhadap kesehatan akan dihadapi oleh penduduk daerah perkotaan yang begitu padat. Masih dengan referensi dari WHO, disampaikan bahwa risiko penyakit infeksius (penyakit yang ditularkan oleh kuman penyakit) seperti HIV/AIDS, penyakit tuberkulosis paru, pneumonia, penyakit diare, akan semakin meningkat. Terdapat alasan yang sangat logis mengapa hal ini dapat terjadi

  1. Pemukiman yang padat penduduk, banyak warga yang dapat memiliki terkena risiko penyakit infeksius saat seorang warganya menderita penyakit tersebut
  2. Antar perorangan berkontak dengan jarak yang begitu dekat, sehingga penularan beberapa jenis penyakit mudah sekali terjadi (apalagi terhadap anak-anak)
  3. Tempat tinggal yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti luas rumah yang kecil, ventilasi udara yang kurang, paparan sinar matahari yang rendah, yang kesemuanya menyebabkan kuman dapat bertahan di rumah tangga.

Tidak hanya risiko penyakit infeksius, risiko penyakit tidak menular juga diperkirakan akan semakin meningkat jumlahnya pada warga perkotaan. Risiko penyakit seperti asma (yang terkait dengan debu, polusi udara, asap, lingkungan rumah yang tidak bersih), risiko penyakit jantung (terpapar makanan tidak sehat, berkolesterol tinggi sementara aktivitas kurang), diabetes, dan kanker juga dikaitkan sebagai ancaman kesehatan yang membayangi penduduk perkotaan.

Belum lagi masalah sosioekonomi, kriminalitas, stres (misalnya akibat persaingan kerja, lalu lintas), dan masalah psikis lainnya yang dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan mental seseorang. Aspek ini menjadi tantangan yang kemungkinan besar bisa saja dihadapi masyarakat perkotaan.

Terdapat asumsi bahwa penduduk kota seharusnya lebih sehat dibandingkan penduduk daerah desa bila memperhatikan kemajuan/ modernisasi dalam semua aspek. Sayang sekali hal ini tidak selalu benar.

Bukan berarti tidak ada jalan keluar dari masalah ini. Penduduk perkotaan dapat meminimalisir masalah kesehatan yang mengancam kehidupan mereka. Gaya hidup yang sehat dan kesadaran akan kesehatan merupakan tonggak utama dalam mencapai kualitas hidup yang baik di perkotaan.

Saat kita tidak mampu mengendalikan kondisi yang ada di sekitar kita, berpegang teguh pada hal yang bisa dilakukan terhadap diri sendiri adalah jalan keluarnya. Jagalah kesehatan diri Anda pribadi dengan memastikan daya tahan tubuh yang baik agar terhindari dari berbagai risiko penyakit, karena rendahnya daya tahan tubuh berkaitan dengan beberapa jenis risiko penyakit. Praktikkan gaya hidup serta kebiasaan-kebiasaan sehat untuk membentengi diri Anda dari masalah kesehatan yang mengancam diluar sana, beberapa diantara:

  1. Konsumsi makanan yang bergizi (mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral) dan penuhi kebutuhan cairan. Cukupi kebutuhan vitamin dan mineral dari buah-buahan maupun sayur-sayuran, karena vitamin mampu membantu menjaga ketahanan tubuh. Hindari konsumsi berlebihan dari makanan yang mengandung lemak dan gula.
  2. Istirahat yang cukup, biasakan untuk tidur 7-8 jam per hari karena tidur merupakan waktu bagi sel tubuh untuk memperbaharui sel-sel yang rusak dan membangun tenaga yang telah terkuras.
  3. Lakukan olahraga rutin, misalnya 3-4x per minggu selama minimal 30 menit/ sesi. Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, konsultasikan terlebih dahulu intensitas olahraga yang dapat Anda lakukan pada dokter.
  4. Hindari kondisi stres dan tekanan psikologis.
  5. Mempraktikkan gaya hidup sehat misalnya menghindari konsumsi makanan junkfood, menghindari makan/ minum dari tempat yang sanitasinya kurang terjaga, rajin mencuci tangan dengan benar, serta menjalankan etiket saat batuk atau bersin(yaitu selalu menutup mulut dengan tisu maupun bagian dalam siku saat bersin/ batuk, tidak boleh dengan tangan)
  6. Lakukan pemeriksaan umum kesehatan secara rutin untuk dapat mengetahui kadar kesehatan Anda dan mengetahui secara dini penyakit yang sedang dialami

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Sehat nutrilite.co.id di laman website nutrilite.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *