Snack Sehat untuk Manajemen Berat Badan

Snacking atau mengonsumsi camilan di luar waktu makan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh hampir setiap orang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mondelez International pada 2017, ditemukan bahwa 1 dari 3 masyarakat Indonesia mengonsumsi lebih dari tiga camilan per hari (heavy snacker), sedangkan sisanya adalah light snacker yang mengonsumsi camilan hanya pada saat diperlukan. Dari survei yang dilakukan terhadap 1.500 masyarakat dewasa dan 500 ibu rumah tangga di Indonesia ini, sebanyak 78 persen rutin mengonsumsi camilan setiap hari.

Kebiasaan snacking seringkali dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang berujung pada kegemukan dan obesitas. Padahal, snacking yang tepat justru dapat memenuhi 10-20% kebutuhan kalori harian. Sayangnya, kebanyakan masyarakat Indonesia justru hanya mengonsumsi makanan berisiko, seperti makanan manis, asin, berpengawet, berpenyedap rasa, berkafein, dan makanan lain yang menimbulkan risiko penyakit degeneratif lainnya.

Untuk itu, perhatikan hal-hal berikut agar kebiasaan snacking jadi lebih sehat.

  • Jenis camilan
    Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2013, ditemukan bahwa 53,1% atau 5 dari 10 orang Indonesia mengonsumsi makanan atau minuman manis lebih dari satu kali sehari. Sementara itu, 40,7% memiliki kebiasaan snacking dengan mengonsumsi makanan berlemak, kolesterol, dan goregan lebih dari satu kali per hari. Sisanya, sebanyak 4 dari 5 penduduk Indonesia mengonsumsi penyedap rasa lebih dari sekali dalam sehari. Kebiasaan snacking seperti itu yang sebenarnya berpengaruh terhadap manajemen berat badan. Untuk itu, ganti camilanmu dengan camilan sehat yang mengandung tinggi serat dan protein, serta rendah lemak dan gula.
  • Jumlah kalori per snacking
    The American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar camilan yang dikonsumsi mengandung setidaknya 210 kalori dengan pilihan makanan sehat yang mengandung lebih banyak buah, sayuran, gandum utuh, dan sumber protein tanpa lemak.
  • Waktu snacking
    Beberapa ahli menyarankan untuk mengonsumsi camilan sehat di antara makan besar dalam porsi yang kecil, yaitu sebanyak dua kali sebelum makan siang dan makan malam. Hal ini dilakukan agar tubuh berenergi, namun tetap tidak menimbulkan risiko penyakit dan kenaikan berat badan. Namun, hindari snacking di antara waktu makan pagi dan makan siang karena hal tersebut dapat mengakibatkan keinginan mengonsumsi makanan secara berlebihan.
  • Kebiasaan saat snacking
    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Brimingham, ditemukan bahwa kebiasaan menonton TV yang dilakukan saat snacking juga berpengaruh terhadap manajemen berat badan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas makan yang terganggu sehingga seseorang tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi. Oleh sebab itu, hindari mengonsumsi makanan sambil melakukan aktivitas lain yang bisa menyebabkan pilihan camilan tidak sehat dan mengonsumsinya secara berlebihan.

Yuk, ganti kebiasaan snacking dengan snacking sehat bersama Nutrilite Hi-Protein Powder untuk hidup yang lebih sehat dan berat badan yang lebih ideal!