Semua

Jika Kekurangan Protein

Protein penting banget untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Pastikan anak terpenuhi asupan protein hariannya agar pertumbuhannya optimal.

Protein adalah salah satu sumber energi bagi tubuh. Protein juga dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti mengangkut oksigen, membentuk otot dan jaringan tubuh, membentuk antibodi, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, mendapatkan asupan protein yang optimal sangatlah penting terlebih bagi anak-anak.


Berapa Asupan Protein Yang Dibutuhkan Oleh Anak-anak?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa anak-anak kurang dari usia 5 tahun rentan mengalami kekurangan protein. Oleh sebab itu, CDC menganjurkan agar anak:

⦁   Usia 1-3 tahun memperoleh 13 gram protein per hari. Kebutuhan protein ini meningkat seiring dengan pertambahan usia.

⦁   Usia 4-8 tahun membutuhkan protein 19 gr per hari.

⦁   Pada usia 14 tahun anak perempuan membutuhkan protein 46 gr per hari, sementara anak laki-laki 52 gr per hari.


Apakah Gejala Dari Kekurangan Protein?

Protein terdapat pada setiap jaringan di dalam tubuh. Oleh karena itu, jika anak kekurangan asupan protein, maka akan terlihat secara fisik (perubahan warna kulit, berkurangnya massa otot, rambut rontok atau ruam pada kulit). Selain itu, salah satu indikator utamanya adalah anak terlihat tidak berenergi.


Akibat Kekurangan Protein

Anak menjadi lebih rentan mengalami infeksi karena protein dibutuhkan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan dan tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Anak yang menderita kekurangan protein yang parah berarti mengalami protein energy malnutrition (PEM). PEM atau yang lebih dikenal dengan busung lapar masih banyak ditemui di sejumlah daerah di Indonesia, karena kurangnya pengetahuan dan fasilitas kesehatan yang kurang terjangkau. PEM dibagi menjadi dua jenis yaitu marasmus dan kwashiorkor.

⦁   Marasmus memiliki gejala berupa penurunan berat badan yang ekstrem, nadi melemah, berkurangnya turgor kulit, susah BAB, dan suhu tubuh yang tidak normal.

⦁   Kwashiorkor ditandai dengan adanya pembengkakan (terutama pada tangan dan kaki), rewel, anoreksia, kelainan kulit (bercak putih pada kulit, ruam kulit), perlemakan pada hati, kebotakan, hilangnya kekuatan otot, dan anemia.

Pastikan anak mendapatkan asupan protein yang sesuai dan cukup. Sumber protein di antaranya sayuran, kacang-kacangan, gandum, daging, telur, susu dan produk olahannya.